Chapter 82 Menjelang gala diner (1/2)

Istri Manja Tuan Kusuma Eli 22180K 2022-07-20

” Riko, sampai kapan kamu akan bersikap dingin padaku?

Sekarang aku sudah menjadi istrimu, tapi kamu sama sekali tidak memperhatikan aku ”

Siska yang kesal berteriak kepada Riko

” Sudahlah, bukankah kamu menginginkan pernikahan?

Sekarang kita sudah menikah, kamu mau apa lagi? ”

Riko bersikap acuh tak acuh terhadap Siska setelah mereka menikah.

” Kamu sungguh keterlaluan Riko! ”

Siska berteriak dan meninggalkan Riko menuju kamar mereka

Tak lama ayah Riko datang dan menghampiri putranya yang sedang duduk sendiri di ruang keluarga

” Riko, bagaimana dengan masalh keluarga kita? kenapa harga saham kita tidak kunjung membaik, padahal dana dari keluarga Siska telah diberikan ke perusahaan kita? ”

Ayah Riko mulai putus asa dengan harga saham yang terus mengalami penurunan

” Entahlah yah, aku sudah mencoba semua cara untuk menstabilkan saham perusahaan. Sekarang kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi dan dalam beberapa hari lagi kita akan dinyatakan bangkrut ”

Riko berkata dengan menundukkan kepala dan berwajah sedih

” Sepertinya memang sudah tidak ada jalan lagi. Perusahaan kita sepertinya tidak akan bisa diselamatkan kali ini ”

Riko dan ayahnya mulai pasrah dengan keadaan.

Riko duduk termenung di sofa kamarnya. Siska datang dan duduk disebelah Riko.

” Kenapa kamu begitu murung?

Saham perusahaan mu masih belum stabil? ”

Siska bertanya dengan lembut

” Kami sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Dalam beberapa hari, perusahaan ku akan dinyatakan bangkrut ”

Riko menundukkan kepala dan berkata dengan suara lemah

” Sudahlah, kamu kan bisa membantuku di perusahaan. Aku sudah memutuskan akan memegang kendali perusahaan Atmaja dan berhenti dari dunia hiburan ”

Riko menoleh dan menatap Siska dengan heran

” Kamu benar - benar akan berhenti jadi model? ”

” Iya, aku sudah memutuskan untuk berhenti dan selalu berada disisi mu. Aku ingin memperbaiki hubungan diantara kita berdua. Aku ingin kita bisa seperti dulu lagi. Aku ingin selalu menghabiskan waktuku bersamamu ”

Siska berkata lembut dengan bersandar dibahu Riko

” Seandainya dulu kamu mengambil keputusan itu. Aku akan sangat bahagia, tapi sekarang semuanya terasa percuma. Karena perasaan ku padamu sudah hilang, saat kamu terus menerus membuat ku kecewa ” Pikir Riko. Wajahnya menampakkan kesedihan dan kekecewaan yang mendalam.

Di kediaman Kusuma mereka sedang berkumpul mempersiapkan gala dinner yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi.

” Gina, kapan kakek dan ibumu akan datang kemari? ”