Chapter 77 Aku sebagai suami akan memberikan keadilan yang seadil - adilnya!! (2/2)

Istri Manja Tuan Kusuma Eli 19270K 2022-07-20

Arin berjalan pergi meninggalkan Riska dan Siska

=========

” Tuan saya mendapat informasi kalau Riko dan Siska tetap akan melangsungkan pernikahan mereka. Bagaimana tuan apa yang harus kita lakukan?

Apa kita akan tetap menghalangi pernikahan mereka? ”

Hendri bertanya pada Yudha yang sedang duduk dikursi kerjanya dengan sebuah dokumen ditangannya

” Biarkan saja, jika mereka gagal menikah bagaimana kita akan memberi mereka hadiah pernikahan. Justru dengan pernikahan mereka, itu lebih mudah untuk kita menghancurkan keduanya secara bersamaan ”

Yudha berkata dengan dingin dan sedikit menaikkan sebelah bibirnya membentuk senyuman yang begitu sinis, tanpa mengalihkan pandangannya dari dokumen yang dia pegang.

” Ish, senyuman itu bikin aku merinding saja. Sepertinya tuan merencanakan hadiah besar untuk kedua keluarga itu. Entah apa itu , yang jelas pasti akan menimbulkan guncangan yang besar untuk mereka. Iih ”

Batin Hendri berbicara dan menggoyangkan bahu layaknya orang ketakutan

Kring kring kring

ponsel Yudha berdering dan dilihatnya panggilan dari sang kakek Wijaya.

” Hallo kek ”

” Yudha kapan kamu akan mengumumkan hubungan kerja sama kita dengan kakeknya Gina?

kita akan sekalian mengumumkan tentang pernikahan kalian. Kakek ingin kita membuat sebuah gala dinner untuk itu ”

” Belum waktunya kek, nanti begitu tinggalnya ditetapkan, aku akan segera memberitahukan pada kakek ”

” Bagaimana dengan Dirga?

apa dia sudah tahu dengan apa yang kalian rencanakan?

” Tentu saja kek. Bagaimana bisa kakek Dirga membiarkan orang - orang yang sudah menyakiti cucunya begitu saja?

Kakek Dirga dan Ibu sudah setuju dengan rencanaku. Mereka sudah cukup sabar dan membiarkannya selama ini, tapi tidak pernah ada perubahan. Mereka terus saja menyakiti istriku. Aku sebagai suami tentu saja akan memberikan keadilan yang seadil - adilnya untuk istriku. Tidak ada yang boleh menindas atau menyakiti istriku ”

” Baiklah kalau begitu. Kakek akan mengikuti rencanamu. Beritahu kakek jika tanggalnya sudah ditetapkan ”

” Baik kek ”

Ada senyuman licik disetiap perkataan Yudha kemudian dia menutup panggilan teleponnya dan kembali fokus pada dokumennya

Hendri yang masih berdiri disana terpaku mendengar setiap perkataan tuannya

” Ternyata jika gunung es mulai mencair bisa menimbulkan bahaya yang cukup besar. Sungguh tak dapat dipercaya, tuan yang selama ini tidak pernah berhubungan dengan wanita, bisa begitu protektif jika sudah jatuh cinta. Sungguh menyeramkan melihat amarah tuan ”