Chapter 76 Bodoh. begitu mudahnya terhasut (1/2)
” Apa kamu sudah mendengar berita terpanas saat ini? ”
Yudha memeluk Gina dari belakang, berbisik dengan lembut disamping telinganya. Gina pun tersenyum mendengarnya dan menyandarkan kepalanya pada dada bidang Yudha
” Iya. aku sudah mendengarnya. Apakah ini ada campur tanganmu didalamnya tuan? Kamu sungguh sangat mengesankan Tuan”
Gina menoleh dan mendongak menatap Yudha. Yudha terbahak mendengar pujian yang seperti mengejek itu. Wajahnya begitu tampan ketika tertawa lepas
” Hahaha..
Apa kamu senang sekarang? Ini balasan karena dia berani memegang tanganmu di restoran waktu itu ”
Yudha berkata dengan ekspresi kesal dimukanya
” Ternyata suamiku ini sangat cemburuan ya. Tapi, kamu ini bukannya membalas Riko karena telah menyakitiku dimasa lalu, justru kamu malah membalaskan dendam karena rasa cemburu mu itu. Huh, kamu benar - benar egois tuan ”
=========
Riko bertemu dengan Nadia di sebuah danau dekat taman yang terbilang sepi. Mereka duduk di sebuah kursi panjang pinggir danau
” Riko, bagaimana bisa ada photo - photo itu?
Apa kamu membiarkan seseorang mengikuti kemanapun kamu pergi?
hiks.. hiks... ”
Nadia berbicara disela tangisannya. Tanpa Riko sadari dibalik air matanya terpancar pandangan mengejek. ” Dasar bodoh, begitu mudahnya kamu terhasut ” batinnya
” Bagaimana mungkin ada orang yang tahu kemanapun kamu pergi dan apa yang kamu lakukan?
Tidak mungkin kan kalau wartawan dengan sengaja membuntutimu? ”
Lanjutnya lagi. Wajah Riko terlihat mulai berfikir, dan Nadia sedikit tersenyum melihatnya..
” Benar, tidak mungkin wartawan sengaja mengikutiku ” Batin Riko mulai terpengaruh dengan ucapan Nadia
” Ach Siska, apa dia yang meminta seseorang untuk mengikuti dan mengawasi gerak gerik ku? ”
Batin Riko mulai menemukan jawaban seperti ada lampu yang menyala di atas kepalanya.
” Sekarang kita harus bagaimana?
Hubungan kita telah diketahui bahkan tersebar luas. Tunangan mu oasti akam meminta kita untuk berpisah dan menyalahkanku. Aku tidak mau dicap senagai perusak hubungan orang lain. Hiks.. hiks..
” Kamu tenang saja, semua akan baik - baik saja. Aku akan cari tahu tentang ini. kamu tidak perlu khawatir ”
Riko memeluk Nadia yang berada disampingnya dan membiarkan dia bersandar di pundaknya. Nadia tersenyum puas dengan sikap Riko
=========
” Hallo,, Siska, kita perlu bertemu! ”
Riko sedang menghubungi Siska melaui ponselnya
” Baiklah, aku akan ke kantormu sekarang!
sampai jumpa nanti ”
Siska menutup telpon dan meraih tas kemudian bergegas peegi untuk menemui Riko
Tak berselang lama Siska pun tiba di kantor Riko. Karena pintu depan penuh dengan wartawan, jadi dia menggunakan pintu samping