Chapter 69 Rumah utama keluarga Kusuma (II) (1/2)

Istri Manja Tuan Kusuma Eli 20030K 2022-07-20

Mereka duduk bersama di ruang makan, menikmati hidangan makan malam yang telah nenek Julia persiapkan.

” Makanlah nak, tidak perlu merasa malu atau sungkan! ”

Julia dengan penuh keramahan mempersilakan Gina untuk makan

” Baik nek, terimakasih! ”

Yudha menyendokan nasi beserta lauknya untuk Gina.

Sang kakek yang melihatnya tersenyum meledeknya.

” Ternyata si gunung es ini bisa juga bersikap lembut dan perhatian. Lantas kenapa selama ini kamu bersikap dingin kepada setiap wanita yang mendekati mu?

Sok jual mahal kamu. cih ”

” Ach mereka hanya ingin mengincar harta dan ketenaran saja kek. Lain dengan yang disebelah ku ini nih ”

Yudha sedikit mendelik kearah Gina. Menunjuk dengan ekspresi wajahnya

” Hahaha,, Hebat kamu Gina, bisa bikin gunung es ini mencair! ”

Kakek Wijaya terbahak dan Gina tersipu malu

Setelah selesai makan malam mereka pindah keruang keluarga..

Yudha duduk disebelah Gina dengan melingkarkan sebelah tangannya disekitar pinggang Gina dan sebelah kaki bertumpu ke kaki satunya.

Kakek Wijaya juga duduk disebelah nenek Julia.

” Kek, nek, Gina ada hadiah kecil buat kakek dan nenek. Semoga kalian suka dengan hadiah Gina. Gina tidak tahu harus belikan kakek dan nenek hadiah apa. Kebetulan Gina lihat jam tangan ini jadi Gina dan Yudha beli ”

Gina memberikan kedua kotak itu kepada kakek dan nenek Yudha

Dibukalah kotak itu oleh kakek dan nenek Yudha secara bersamaan. Mereka tersenyum dengan hadiah itu dan mulai dikenakan

” Terima kasih Gina. Kamu memiliki selera yang bagus ”

Ucap kakek Wijaya dengan senyum

” Oh iya Gina, kapan kakek dan ibumu akan berkunjung kesini lagi?

Sudah lama kami tidak bertemu ”

” Entahlah nek, kakek Dirga selalu sibuk dengan perusahaan dan ibu sibuk dengan galeri seninya. Mereka jarang sekali memiliki waktu senggang ”

” Bukannya kakekmu sedang berencana masuk ke pasar bisnis negara ini? ”

Kakek Wijaya ikut berbicara sambil menyeruput teh yang diberikan nenek Julia.

” Benar kek, saya dengar juga begitu dan kakek akan bekerja sama dengan perusahaan Yudha. iya kan? ”

Gina menoleh kearah Yudha saat berbicara meminta persetujuannya

” Benar, Kakek Dirga ingin memasuki pasar bisnis negara ini dan aku berencana kerja sama dengan perusahaannya ”

” Kenapa kamu tidak mengambil alih saja perusahaan kakek mu disni Gin?

Jadi kakekmu tidak harus pulang pergi ke negara B. Akan sangat merepotkan jika dia memegang kendali perusahaan disana juga disini”

Kakek Wijaya sesaat memberikan jeda saat berbicara