Chapter 5 Bab 5. alira sakit karna fahri (1/2)

maaaas,,, mengapa kamu jahat sama aku,,,,?

sakiiit,,, sakiiiit... ibuuuuu....

alira terus merengek dengan mata yg masi tetap terpejam....

”fahri melepaskan tangan alira dari lengannya, dia ke dapur mengambil baskom dan mengisinya dengan air dingin,,,

kemudian dia ke kamar dan mengompres alira....

rasa kesal dan gengsi yg ada pada fahri hilang sekejap,,, yg ada hanya rasa khawatir..

dan bersalah....

merasa ada yg dingin di wajahnya,,, akhirnya alira membuka matanya dengan perlahan...

di saat dia melihat fahri berada di sampingnya,,, dia langsung mundur dan membuang muka....

ayo berbaring biar aku mengompresmu...

fahri berbicara dengan nada yg begitu rendah....

ngga perlu,,, ketus alira,,,,

aku ngga mau tangan kotor kamu itu menyentuhku,,, lebih baik aku sakit dari pada di obati kamu,,, aku jijik sama kamu...

maksud kamu apa,,,?

kamu kira, aku ini jorok,,,...

heee,,, biar kamu tau, aku tu pencinta bersih..

aku jijik dan anti yg jorok2... setiap dari luar aku selalu bersihkan diri terlebih dulu...

hiiiim,,.... desah alira....

pantasan kamu mandi biar sudah larut,,,

karna kamu dari luar sana main jorok2 sampai jam segini...

alira kembali berkaca kaca,,, entah apa yg membuatnya sedih...

maksud kamu apa,,? tanya fahri dengan tampang kebingungan,,,,...

kamu yg lebih tau,,, kenapa tanya aku,,,?

ketus alira dan membuat fahri makin bingung....

aku ngga ngerti sama kamu alira,,,

dia langsung berdiri dan mengambil obat,,,.

minum obat ini,,, fahri memberikan obat untuk alira....

tanpa menoleh alira langsung mingibaskan tangan fahri,, dan membuat obat yg ada di tangan fahri berceceran di atas lantai....

plak,,,,,,,...

tamparan mendarat di pipi alira,,,...

tanpa menoleh ke arah fahri alira turun dari ranjang dan berlari menuju pintu...

belum sempat alira meraih gagang pintu, tangan fahri sudah melingkar di perut alira dari arah belakang,,

dia mengangkat alira dan melemparnya di atas ranjang,,,

aku benci kamuuuu....

teriak alira dengan kencang,,, tapi tidak bisa di dengar dari luar,,, karna setiap kamar yg ada di rumah itu semua kedap suara...

aku benci kamu,,, alira berteriak sambil memukul mukul dada bidang fahri...

aku benci kamuuuu....

kenapa kamu selalu kasarin aku,,,,,,haaa??

fahri cuma diam dan menerima pukulan alira di dadanya... .

dengan terisak alira mengeluarkan unek uneknya,,,,,....

tadi siang kamu siksa aku sampai aku jadi sakit seperti ini,,, setelah itu kamu pergi bersenang senang sama wanita lain dan pulang sampai selarut ini... hiks...hiks...

fahri bingung mendengar kata kata alira....

apa,,,? tanya fahri dengan tampang kebingungan,,,....

besrsenang senang sama wanita mana,,,? tanya fahri kembali,,,,....

sama wanita itu,,, kutilang,, kening botak,, muka pucat yg meluk lengan kamu di parkiran kampus itu... aku jijik sama kamu...

fahri tidak menjawap apa2 karna dia masih bingung dengan tuduhan alira... dia hanya diam...

karna fahri hanya diam saja,,, membuat alira berfikir apa yg dia tuduhkan itu benar...

buk buk buk,,, alira memukul dada fahri tambah kencang,,,,?

fahri merasa sakit dan langsung memegang ke dua tangan alira,,,...

kamu gila,,,....?

sejak kapan aku bersenang senang sama tania,,,?...

mendengar nama itu alira seperti kesetanan...

dia menapar wajah fahri dengan seluruh kekuatannya,,,

plaak....

”fahri terbelalak,, dia tidak menyangka alira akan semarah ini hanya karna mendengar nama tania,,,

alira berdiri di atas ranjang dan mau mencakar fahri,,, dengan gerakan cepat fahri menangkap tangan alira dan membuang diri mereka berdu ke atas ranjang....

”fahri menindih tubuh alira,,,

alira meronta sampai dia lemas tapi dia tidak bisa melawan tubuh yg besar itu...

aaaaaahhh...alira berteriak dengan kerasnya....

mereka berdua diam serentk karna sama2 merasa lemas... hanya hembusan nafas yg ngos ngosan yg terdengar di antara mereka berdua...

fahri masi tetap di atas tubuh alira,,,

fahri merasakan uap panas yg keluar dari tubuh alira....

setelah mengambil nafas,,,

fahri mencoba untuk membuka suara,,,

aku dari apartemen refan,,,

aku menenangkan diri di sana...

kamu sama siapa di sana,,,? tanya alira....

ya sama refan,,, mau sama siapa lagi....?

siapa kuntilanak itu,,? tanya alira menyelidiki...

fahri tertawa mendengar perkataan alira yg menyebutkan tania sebagai kuntilanak...

kamu cemburu,,,? tanya fahri kembali,,,..

kalau iya memangnya kenapa,,,? tanya balik alira,,,,....

aku salah,,, tidak ada orang yg berhak atas dirimu melebihi aku,,,,... jawap alira...

dan membuat fahri kaget dan kemudian tersenyum...

begitupun dengan dirimu,,, tak ada yg lebih berhak atas dirimu dari pada aku....

jadi jangan perna kamu terima pemberian siapapun,,, yg berhak menafkahimu lahir dan batin hanyalah aku...

muka alira langsung merah seperti kepiting goreng setelah mendengar ucapan fahri barusan...

bangun sana aku cape,,, ucap alira....

fahri bergegas untuk bangun dari tubuh alira,, dan tanpa sengaja dia menyentuh buah dada alira yg terluka...